Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gimana Sikap Baik Saat Guru Marah ke Kita

 

Anak SD sedang mendengarkan guru yang sedang marah dengan tenang dan sopan di kelas

Cara Menghadapi Guru yang Sedang Memarahi Kita (Untuk Anak SD)

Pernah nggak sih kamu dimarahi guru di sekolah?

Rasanya campur aduk. Takut, sedih, malu, bahkan ingin menangis.

Kadang kita merasa, “Aku salah apa ya?”

Atau mungkin merasa tidak adil.

Tenang.

Dimarahi guru bukan berarti kamu anak nakal, dan bukan berarti kamu anak buruk.

Setiap anak pasti pernah melakukan kesalahan, dan setiap guru juga manusia yang bisa lelah dan emosi.

Yang penting adalah bagaimana cara kita menghadapi guru saat sedang marah, dengan sikap yang baik dan hati yang kuat.


1. Tenangkan Diri Terlebih Dahulu

Saat guru sedang marah, jangan langsung membalas atau menyela.

Tarik napas pelan-pelan.

Di dalam hati, kamu bisa berkata:

“Aku tenang. Aku dengarkan dulu.”

Kalau kita ikut emosi, suasana akan semakin panas.

Tapi kalau kita diam dan tenang, guru biasanya akan lebih cepat reda.

Ingat, diam bukan berarti kalah, tapi tanda kamu sedang mengendalikan diri.


2. Dengarkan Apa yang Guru Katakan

Walaupun rasanya tidak enak, cobalah dengarkan dengan baik.

Mungkin ada pesan penting yang ingin guru sampaikan.

Kadang guru marah karena:

Kita tidak mengerjakan tugas

Kita berisik di kelas

Kita tidak sopan tanpa sadar

Atau kita melanggar aturan sekolah

Dengan mendengarkan, kita belajar mengerti kesalahan kita, bukan hanya merasa disalahkan.


3. Jangan Membantah Saat Guru Marah

Membantah saat guru sedang emosi biasanya malah membuat masalah jadi besar.

Kalau kamu merasa tidak salah, tunggu waktu yang tepat.

Setelah guru tenang, baru jelaskan dengan sopan.

Misalnya:

“Maaf Bu, tadi saya tidak bermaksud begitu.”

Guru akan lebih mau mendengar anak yang berbicara dengan tenang dan sopan.


4. Ucapkan Maaf dengan Tulus

Kalau memang kamu salah, jangan ragu untuk meminta maaf.

Bukan karena takut, tapi karena kamu berani bertanggung jawab.

Kamu bisa berkata:

“Maaf Pak, saya salah. Saya akan berusaha lebih baik.”

Permintaan maaf yang tulus itu seperti air dingin yang menenangkan api kemarahan.


5. Ingat, Guru Marah Karena Peduli

Guru bukan musuh.

Guru marah karena ingin kita jadi anak yang lebih baik.

Kadang guru lelah, banyak tugas, atau sedang punya masalah.

Itu bukan salah kita, tapi kita bisa bersikap dewasa dengan tetap sopan.

Dalam hati, tanamkan:

“Guru ingin aku belajar dan menjadi anak yang baik.”

Pikiran ini akan membuat hatimu lebih ringan.


6. Jangan Menyimpan Dendam di Hati

Setelah dimarahi, jangan terus mengingatnya sambil marah atau sedih berlebihan.

Semua orang pernah salah, termasuk guru dan murid.

Lebih baik bertanya pada diri sendiri:

Apa yang bisa aku perbaiki?

Apa pelajaran dari kejadian ini?

Dengan begitu, kamu belajar menjadi anak yang kuat dan bijak.


7. Cerita ke Orang Tua Jika Hatimu Masih Sedih

Kalau kamu merasa sangat sedih atau bingung, ceritakan ke orang tua di rumah.

Bukan untuk mengadu, tapi untuk mencari solusi.

Orang tua akan membantu menenangkan hatimu dan memberi saran yang baik.


8. Jadikan Teguran sebagai Pelajaran

Dimarahi guru bukan akhir dunia.

Justru itu bisa jadi pelajaran berharga.

Anak yang hebat bukan anak yang tidak pernah dimarahi,

tapi anak yang mau belajar dari kesalahan.

Hari ini kamu mungkin menangis,

tapi besok kamu akan menjadi anak yang lebih baik.


Penutup: Kamu Anak Baik, Jangan Meragukan Dirimu

Kalau kamu sedang dimarahi guru, ingat satu hal penting ini:

Kamu tetap anak baik.

Kamu hanya sedang belajar.

Hadapi dengan hati yang tenang, sikap yang sopan, dan pikiran yang terbuka.

Karena dari situ, kamu akan tumbuh menjadi anak yang kuat, cerdas, dan berakhlak baik.

🌱

Sekolah bukan hanya tempat belajar pelajaran,

tapi juga tempat belajar mengendalikan hati.


Post a Comment for "Gimana Sikap Baik Saat Guru Marah ke Kita"